Categories
wordpress visitor

Identifikasi gulma
Gulma antara lain didefinisikan sebagai tumbuh-tumbuhan yang tumbuh pada tempat yang tidak dikehendaki manusia. Hal ini dapat berarti tumbuhan tersebut merugikan baik secara langsung atau tidak langsung atau kadang-kadang juga belum diketahui kerugian/kegunaannya. Oleh karena batasan untuk gulma ini sebetulnya sangat luas sehingga dapat mencakup semua jenis tanaman dalam dunia tumbuh-tumbuhan.
Jenis gulma yang tumbuh biasanya sesuai dengan kondisi perkebunan.  Misalnya pada perkebunan yang baru diolah, maka gulma yang dijumpai kebanyakan dalah gulma semusim; sedang pada perkebunan yang telah lama ditanami, gulma yang banyak terdapat adalah dari jenis tahunan.
Gulma yang terdapat pada dataran tinggi relatif berbeda dengan yang tumbuh di daerah dataran rendah. Pada daerah yang tinggi terlihat adanya kecenderungan bertambahnya keanekaragaman jenis,  sedangkan jumlah individu biasanya tidak begitu besar. Hal yang sebaliknya terjadi pada daerah rendah yakni jumlah individu sangat melimpah, tetapi jumlah jenis yang ada tidak begitu banyak. Secara morfologi gulma yang digolongkan sebagai tumbuhan berdun lebar biasanya tidak begitu sulit diidentifikasi jika telah diketahui sukunya. Hal ini disebabkan karena dalam suku gulma berdaun lebar tersebut umumnya perbedaan dalam marga sangat jelas. Lagi pula jumlah marga yang termasuk dlam suatu suku dalam kelompok ini tidak begitu bnyak. Lain halnya dengan golongan rumput-rumputan atau golongan teki;  perbedaan dalam marga sering tidak jelas, apalagi apabila gulma dari kelompok ini tidak ditemukan dalam keadaan berbunga.

Nama latin dan nama daerah
Nama latin suatu gulma akan sangat berarti karena nama tersebut diterima di dunia internasional.  Nama latin suatu jensi biasanya terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan marganya yang selalu dimulai dengan huruf besar, sedang kata kedua dimulai dengan huruf kecil, merupakan penunjuk ke arah jenis. Di belakang nama tersebut terdapat pula singkatan nama orang yang pertama kali membuat determinasi jenis tersebut.
Cara-cara Identifikasi gulma
mengidentifikasi gulma dapat dilakukan dengan salah satu atau kombinasi dari cara-cara dibawah ini :

  1. Membandingkan gulma tersebut dengan material yang telah diidentifikasi di herbarium (di Indonesia terdapat Herbarium Bogoriense yang terletak di Jalan Ir. H. Juanda, Bogor).
  2. Konsultasi langsung dengan para ahli di bidang yang bersangkutan.
  3. Mencari sendiri melalui kunci identifikasi.
  4. Membandingkannya dengan determinasi yang ada.
  5. Membandingkannya dengan ilustrasi yang tersedia.

Sampai saat ini tanda-tanda karakteristik yang dipakai dalam identifikasi gulma adalah bentuk morfologinya. Alat yang dibutuhkan dalam mengidentifikasi gulma adalah loupe ( kaca pembesar ) dengan perbesaran 10x,  dalam keadaan tertentu juga dibutuhkan mikroskop 40x.
Karakteristik gulma
tanda-tanda ini dipakai dalam identifikasi dan penelaan gulma; terbagi atas sifat-sifat vegetatif yang bisa berubah sesuai dengan lingkungan dan sifat-sifat generatif yang cenderung tetap.
Bagian vegetatif gulma
perakaran, misalnya dapat berupa akar tunggang, akar serabut, berimpang, berstolon. Kemudian bagian batang dan cabangnya, ada gulma yang menjalar, tegak, melilit. Kedudukan daun yang ada berhadapan, bersilang, berhadapan silang dan lain-lain.
Bentuk daun juga sangat bervariasi, ada yang bulat, lonjong seperti pita, segi tiga, belah ketupat. Pangkal dan ujung daun pun dapat dibedakan, ada yang bulat, lancip dan bertoreh. Demikian juga dengan tepi daun ada yang rata, bergerigi, berombak, beringgit, dan sebagainya. Permukaan daun ada yang mengkilat, berbulu, berbulu bintang. dandelion
Selain bagian-bagian akar, batang dan daun, kadang-kadang dijumpai pula adanya alat-alat tambahan misalnya daun penumpu (biasanya didapat pada Malvacae), selaput bumbung (okrea) yang merupakan ciri khas gulma dri sukku Polygonaceae.
Bagian generatif gulma
bagian ini dipergunakan untuk perkembangbiakan dan terdiri dari bunga, buah dan biji.
Jumlah dan kedudukan bunga pada gulma ada yang tunggal atau majemuk dan dapat terletak di ketiak daun atau di ujung. Bunga majemuk dapat berbentuk tongkol, bulir, dan malai. Bagian-bagian bunga umumnya terdiri dari kelopak, mahkota bunga, benang sari, dan putik. Jika jumlah dari tiap-tiap bagian ini 5 atau merupakan kelipatan 5, maka biasanya disebut penamer, demikian jika jumlah masing-masing bagian tersebut 4 atau kelipatannya, disebut tetramer. Kedudukan perhiasan bagian-bagian in sering pula menunjukkan simetrinya. Ada bunga yang bersimetri banyak (aktonomorf), atau ada pula yang hanya monosimetri (zigomorf). Warna kelopak biasanya hijau walaupun ada juga yang sama dengan warna mahkota bunganya. Kelopak dan mahkota pada gulma ini bisa dibedakan lagi, dan disebut sebagai tenda bunga.
Mahkota bunga yang satu dengan yang lain umumnya sngat bervariasi warnanya, ada yang biru, merah, merah muda, kunging, putih dan sebagainya. Jumlah benagn sari juga bermacam-macam, dapat hanya 1,2,3,4,5,10, 20 atau lebih.  Kedudukannya pun berbeda-beda, ada yang terletak pada dasar perhiasan bunga membentuk satu atau dua llingkaran, ada pula yang melekat pad adinding mahkota bunga. Panjangnya pun berbeda-beda, sehingga dikenal istilah didynamus yaitu jika pada satu bunga terdapat dua benang sari yang bertangkai panjang dan dua yang bertangkai pendek.  Keadaan serupa ini biasanya dijumpai pada suku Labiatae. Kedudukan bakal biji ada yang sejajar, duduk atau tenggelam dengan dasar perhiasan bunga.
Bentuk ukuran, warna, dan jumlah buah pun berlain-lainan. Dikenal adanya buah kotak, buah polong, buah buni dan lain-lain.
Biji juga dapat ditandai dengan ciri-ciri yang berlainan, misal bentuk, warna, ukuran dan keadaan permukaan yang tidak sama.
Keadaan gulma yang paling ideal untuk identifikasi adalah jika semua bagian-bagian tersebut (vegetatif dan generatifnya) lengkap. Tentu saja hal ini hanaya dijumpai pada gulma yang telah dewasa. Padahal dalam rangka pengelolaan gulma yang baik, sering kali harus mengetahui jenis  gulma apakah yang terdapat di suatu  perkebunan jauh sebelum gulma tersebut dewasa dan megnadakan kompetisi dengan tanaman budidaya.

Ageratum conyzoides
herba satu tahun, tegak atau berbaring dan dar bagian ini keluar akarnya. Berasal dai Amerika tropis. Tinggi tanaman kurang lebih  1 – 1.2 m. Batang bulat, berambut jarang. Daun bawah berhadapan dan bertangkai cukup panjang, yang teratas tersebar dan bertangkai pendek. Helaian daun bulat telur, beringgit, panjang 1 – 10 kali 0.5 – 6 cm, kedua sisinya berambut panjang, sisi bawah juga dengan kelenjar yang duduk. Bongkol bunga berkelamin satu macam, 3 atau lebih berkumpul jadi karangan bunga bentuk malai rata yang terminal. Panjang bongkol 6 – 8 mm , pada tangkai berambut. Daun pembalut tersusun dalam 2 – 3 lingkaran, runcing, tidak sama, berambut sangat jarang atau gundul. Dasar bunga bersama tanpa sisik. Bunga sama panjang dengan pembalut. Mahkota dengan tabung sempit dan pinggiran sempit bentuk lonceng, berlekuk 5, panjang 1 – 1.5 mm. Buah keras bersegi llima, berwarna putih, dengan panjang 2 – 3.5 mm.
Amaranthus sp
herba berumur satu tahun, tegak atau condong kemudian tegak, tinggi 0.4 – 1 m, kerapkali bercabang banyak dan berduri. Daun bulat telur memanjang bentuk lanset, panjang 5 – 8 cm, dengan ujung tumpul dan pangkal runcing. Bunga dalam tukal yang rapat, yang bawah duduk di ketiak, yang atas berkkumpul mnjadi karangan bunga di ujung dan duduk di ketiak, bentuk bulir atau bercabang pada pangkalnya. Bulir ujung sebagian besar jantan, tidak berduri, tidak berduri tempel, mula-mula naik lalu menggantung. Tukal betina dengan 2 duri lurus yang lancip, dan menjauhi batang. Daun pelindung dan anak daun pelindung runcing, panjangnya sama dengan tenda bunga. Daun tenda bunga berjumlah 5, panjang 2 – 3 mm, gundul, hijau atau ungu dengan tepi transparan. Benang sari 5, lepas tanpa taju yang disisipkan diantaranya. Kepala putik duduk, bentuk benagn. Buah bulat memanjang, dengan tutup yang rontok, berbiji 1. hidup di tegalan, halaman rumah, semak, kebun dan tepi jalan. Di daerah pada ketinggian 1 – 4000 m.
Althernanthera sp
herba menahun, berumpun kuat, tinggi 0.2 – 0.5 m. Barang berambut tipis yang merata. Daun bentuk solet sampai memanjang, kerapkali kemerah-merahan atau bernoda. Bunga dalam tongkol duduk, kadang-kadang seolah-olah bertangkai, tidak berduri tempel; dalam ketiak dan garpu. Daun pelindung kecil, runcing, bertepi semacam selaput. Daun tenda bunga 5, runcing, keputih-putihan serupa selaput, panjang kurang lebih3 mm, bertulang daun 3, dari luar berambut. Benang sari 5. tangkai sari pada pangkalnya bersatu seperti mangkok yang pendek. Kepala sari berganti-ganti degnan taju yang berbentuk pita pada ujung yang berbagi dalam umbai. Tangkai putik pendek, kepala putik berbentuk tombol. Buah di Jawa tidak berkembang dengan sempurna. Tumbuh pada ketinggian 5 – 1600 m.
Mimosa sp
berasal dari Amerika tropis. Herba memanjat atau berbaring atau setengah perdu; tinggi 0.3 – 1.5 m. Akar pena kuat. Batang dengan rambut sikat yang mengarah miring ke bawah dan duri tempel bengkok yang tersebar. Daun penumpu bentuk lanset, panjang 1 cm. Daun pada sentuhan melipatkan diri, menyirip rangkap. Sirip terkumpul rapat, panjang 4 – 5,5 cm. Anak daun tiap sirip 5 – 26 pasang, kerapkali warna tei ungu, berumabai, 6 -616 kali 1 – 3 m. Bongkol memanjang, panjang 1 cm, 2 – 4 menjadi satu; tangkai dengan rambut sekat yang panjang 2 – 5 cm. Kelopak sangat kecil, bergigi 4, seperti selaput putih. Tabung mahkota kecil, bertaju 4, seperti selaput putih. Benang sari4, lepas, ungu. Polongan pipih, bentuk garis, di antara biji-biji menyempit tidak dalam, pada smbungandengan banyak rambut sekat panjang yang pucat, beruas 2 – 4, panjang 1 – 2 cm, lebar 4 mm, pada waktu masak lepas ke dalam pecahan berbiji satu, yang melepaskan diri dari tempat sambungan yang tidak rontok. Biji bulat, ipih. Tumbuh pada ketinggian 1 – 1200 m, terutama pada daerah tanah perkebunan yang kering.
Euphorbia hirta
herba satu tahun, dengan batang tegak atau naik sedikit demi sedikit, tinggi 0.1 – 0.6 m. Batang terutama berambut pada ujungnya. Daun berbaris 2 memanjang, dengan pangkal miring, stidaknya pada ujung bergerigi, sisi bawah berambut jarang, panjangnya 0.5 – 5 cm, tangkai 2 – 4 mm. Cyathia dalam payung tambahan yang berbentuk setengah bola, yang sendiri-sendiri atau dua-dua terkumpul menjadi karangan bunga yang bertangkai pendek, duduk di ketiak daun, piala panjang 1 mm, barambut menempel. Buah tinggi 1.5 mm. Berasal dari Amerika tropis, di Jawa umumnya bersifat liar. Hidup pada daerah dengan ketinggian 1 – 1400 m, daerah padang rumput, halaman, tepi jalan, tanggul, tegalan dan kebun.
Commelina benghalensis
herba menjalar, tinggi 0.2 – 0.6 m. Helaian daun duduk, bulat telur memanjang atau bentuk lanset, dengan pangkal yang tidak sama sisi, 2.5 – 8 kali 1 – 2.5 cm. Karangan bunga berdiri sendiri, bertangkai, serupa bungacabang berseling, dengan dua cabang; cabang paling belakang jauh di luar daun pelindung, berbunga 1 – 3, panjang 1 – 2 cm; cabang paling muka lebih pendek, berbunga 2 – 5, panjang 0.5 – 1 cm. Daun pelindung berbentuk jantung, denga tepi bebas dan ujung meruncing, panjang 1 – 3 cm. Bunga zygomorph, berumur pendek. Daun kelopak 3, tipis, panajang 3 – 4 mm, yang paling belakang lebih sempit, yang paling muka 2 pada pangkalnya melekat. Daun mahkota 3, bebas, panjangnya 0.5 – 1 cm, berwarna biru cerah, yang paling belakang berkuku, yang paling muka duduk, lebih kecil. Bakal buah beruang 3. buah kotak, memanjang, panjang kurang lebih 7 mm, pecah menurut ruang, berisi 3 – 5 bij. Biji bertonjolan bentuk jala. Hidup terutama di daerah lembab atau becek, dengan ketinggian 1 – 2000 m.
Borreria alata

Stachytarpheta indica
rumput-rumputan yang tegak, tinggi 0.3 – 0.9 m. Daun berhadapan, bertangkai sangat panjang, berbentuk ellips memanjang atau bulat telur, dengan kaki yang menyempit demi sedikit, di atas bagian kaki yangbertepi rata bergigi beringgit, berambut jarang atau tidak yang kukurannya 4 – 9 dan 2.5 – 5 cm. Bulir bertangkai pendek, panjang 15 – 30 cm. Daun pelindung dengan kuat menempel kelopak, bertepi lebar serupa selaput. Kelopak bergigi 4, panjang kurang lebih 0.5 cm. Tabung mahkota melekukk dari sumbu bulir, panjang 1 cm, pecah dalam 2 kendaga. Hidup terutama di daerah dengan musim kemarau yang tegas, di tempat cerah atau teduh sedikit, dengan ketinggian 1 – 1250 m.
Cromoloena odorata
berasal dari Amerika tropis. Perdu yang pahit, tegak, bercabang banyak, berbau; 2 – 6 m tingginya. Ranting bulat, berambut pendek dan rapat. Daun berhadapan, bulat telur bentuk belah ketupat, bulat telur memanjang atau bulat telur lanset, dengan pangkal berangsur menyempit sepanjang tangkai dan ujung yang cukup runcing, umumnya bergerigi kasar,b erambut, sisi bawah berbintik seperti kelenjar, 3.5 – 18 kali 1 – 8 cm. Bunga bongkol tersusun dalam karangan bunga bentuk malali rata, rapat, terminal. Pembalut bentuk lonceng. Tiap bongkol 9 – 16 bunga, sedikit menjulang keluar pembalut, sangat harum. Mahkota bertaju 5, panjang 4 mm. Tabung kepala sari ungu. Tangkai putik bercabang dua, putih. Buah keras bersegi 5, hitam, dengan pangkal pucat, kurang lebih 2 mm panjangnya, dengan 1 lingkaran rambut panjang, langsing, putih. Tumbuh pada ketinggian 200 – 1800 m. Di daerah cerah matahari atau sedikit keteduhan, dan tidak terlalu kering. Juga untuk tanaman pagar.

Digitaria ciliaris
rumput yang berumpun, yang pada pangkalnya kerapkali dengan batang yang merayap; tinggi 1 – 1.2 m. Batang pipih yang besar semakin ke bawah berongga. Pelepah daun tertekan jadi satu pad batang. Lidah sangat pendek. Helaian daun berbetnuk garis lanset atau garis, bertepi kasar, kerapkali keunguan. Bulir 2 – 22 per karangan bunga, tertancap pad ketinggian yang tidak sama. Poros bulir berlunas, panjang 2 – 21 cm. Anak bullir berseling kiri dan kanan dari poros, berdiri sendiri dan  berpasangan tetapi dengantangkai yang tidak sma panjang, ellips memanjang, rontok bersama-sama, panjang 2 – 4 mm. Rambut tepi dari sekam pada masaknya buah salling menjauh. Benang sari 3, kepala sari kuning atau ungu. Tangkai putik 2. kepala putik muncul dekat ujung daripada anak bulir, ungu merah, jarang putih. Tumbuh-tumbuhan agak mudah berubah tumbuh pada segala macam keadaan tanah pada ketinggian 1 – 1800 m.
Eleusin indica
rumput berumur pendek, kerapkali berumpun kuat, kadang-kadang pada buku yang bawah keluar akar : batang kerapkali berbentuk cekungan yang terbentang; tinggi 0.1 – 1.9 m. Batang menempel pipih sekali, bergaris, kerap bercabang. Daun dalam dua baris. Pelepah daun menempel kuat berlunas. Llidah seperti selaput, pendek. Helaian bentuk garis dengan tepi kasar pada ujung, pad pangkalnya ada rambut panjang, 12 – 40 kali 0.41 – 1 cm. Bulir terkumpul 2 – 12, satu sisi. Poros bulir bersayap dan berlunas, panjang 2.5 – 17 cm. Anak bulir berdiri sendiri, berseling kiri kanan lunas, duduk, rapat menutup secara genting, menempel rapat, panjang 4 – 7 mm. Sekam terekan rapat berlunas, dua yang terbawah tetap tinggal lama. Benang sari 3; kepala sari pendek. Tangkai putik 2; kepala putik sempit, ungu. Di tempat cerah matahari, kerapkali di tanah keras karena terinjak; 1 – 2000 m.
Cynodon dactylon
rumput menahun dengan tunas menjalar yang keras; tinggi 0.1 – 0.4 m. Batang lngsing, sedikit pipih, yang tua dengan rongga kecil. Daun kerapkali jelas 2 baris. Lidah sangat pendek. Helaian daun bentuk garis, tepi kasar, hijau kebiuran, berambut atau gundul, 2.5 – 15 kali 0.2 – 0.7 cm. Bulir 3 – 9, mengumpul, panjang 1.5 – 6 cm. Poros bulir berlunas. Anak bulir berdiri sendiri, berseling kiri kanan lunas, menghadap ke satu sisi, menutup satu dengan yang lain secara genting, duduk, ellips memanjang, panjang kurang lebih 2 mm, kerapkali keungu-unguan. Sekam 1 – 2 yang terbawah tetap tinggal. Jumlah benang sari 3, tangkai putik 2, kepala putik ungu, muncul di tengah-tengah anak bulir. Terutama di daerah dengan musim kemarau yang tegas, di daerah cerah matahari dengan ketinggian 1 – 1650 m.
Ottochloa nodosa
Gulma tahunan, famili poaceae, berupa rumput, tumbuh menjalar yang bagian atasnya tegak, tinggi mencapai 2,5 m; buluh bulat, licin, bagian bawah berongga. Daun bulat telur hingga lanset atau berbentuk pita dengan permukaan licin atau berbulu. Bunga malai, anak bulir berwarna hijau atau keunguan; tumbuh di tempat terbuka atau agak terlindung, ketinggian hingga 900 dpl.
Axonopus compressus
Berasal dari Amerika tropis. Rumput menahun, membentuk bahan jerami di tanah dengan batang yang tidak menarik membuat sudur antar-ruas, batang berdarun 1 – 2, dan tunas menjalar yang bercabang, kerapkali berwarna keungu-unguan, tinggi 0.2 – 0.5 m. Batang massif, tertekan sisi, beralur dalam pada sebuah sisi. Pelepah daun pipih sekali menjadi satu dengan batang, dengan punggung berlunas, pad pangkal dengan rambut putih dalam karangan. Lidah sangat pendek. Helaian daun lanset, dengan tepi kasar, 2.5 – 37 kali 0.6 – 1.6 cm. Tangkai karangan bunga langsing. Bulir pada satu sisi, panjang 3 – 11 cm. Anak bulir berseling kiri dan kanan, menempel pada poros, bentuk memanjang, panjang kurang lebih 2.5 mm. Benang sari 3, tangkai putik 2. kepala putik besar, muncul ke samping, putih. Tumbuh pada daerah lembab dengan ketinggian 1 – 1400 m.
Paspalum conjugatum
Paspalum conjugatum adalah gulma yanag tergolong dalam famili Paniceae. Gulma ini dapat tumbuh menjalar dan banyak terdapat di perkebunan-perkebunan.
Tumbuhan parenial ini berasal dari daerah Amerika Tropis dan pada dewasa ini dapat dijumpai menyebar ke daerah tropis dan sub tropis (Kassasian, 1971)
penyebaran utama melalui biji dan akar stolon. Melalui biji, gulma ini nampaknya lebih mempunyai potensi dalam penyebarannya, karena produksi biji dari gulma ini cukup tinggi.
Biji gulma ini mudah sekali melekat pada benda-benda yang melintas, sehingga menjamin penyebaran gulma cukup luas.

Cyperus rotundus
herba menahun, tinggi 0.1 – 0.8 m. Batang tumpul sampai persegi tiga tajam. Daun berjumlah 4 – 10 helai dan letaknya berjejal pada pangkal batang, dengan pelepah daun yang tertutup tanah, helaian daun bentuk garis, dari atas hijau tua mengkilat, 10 – 60 kali 0.2 – 0.6 cm. Anak bulir terkumpul menjadi bulir yang pendek dan tipis, dan keseluruhan terkumpul lagi menjadi berbentuk panjang. Daun pembalut berjumlah 3 – 4, tepi kasar, tidak merata. Jari-jari payung 6 – 9, pangkal tertutup oleh daun pelindung yang berbentuk tabung, yang t erpanjang 3 – 10 cm, yang terbesar sekali lagi bercabang. Anak bulir 3 – 10 berkumpul dalam bulir, duduk, berbetnuk garis, sangat gepeng, coklat, panjang 1 – 3 cm, lebar 2 mm, berbunga 10 – 40. sekam dengan punggung hijau dan sisi coklat, panjang kurang lebih 3 mm. Benang sari 3, kepala sari kuning cerah. Tangkai putik bercabang 3. buah memanjang sampai bulat telur terbalik, persegi tiga, coklat, panjang kurang lebih 1.5 mm. Dapat tumbuh pada bermacam-macam keadaan tanah, dengan ketinggian 1 – 1000 m.
gulma ini selalu terdapat pada segala tanaman budidaya di darat maupun di daerah yang tidak dibudidayakan dengan tanaman pertanian.
Golongan ini termasuk keluarga teki-tekian atau cyperaceae. Kemampuan gulma ini untuk beradaptasi di segala jenis tanah sangat tinggi, sehingga menjamin luasnya daerah penyebaran.
Bagian tumbuhan yang terdapat di bawah tanah biasanya terdiri dari akar, akar rimpang, dan umbi. Gulma ini termasuk golongan hulma tahunan dan berkembang biak terutama dengan umbinya. Umbi yang pertama dibentuk kira-kira 3 minggu setelah pertumbuhan. Umbi yang terbentuk akan membentuk akar rimpang yang kemudian akan membentuk umbi lagi. Semua umbi akan membentuk banyak akar tambahan, sehingga dalam jangka waktu 6 minggu sudah terbentuk sistem akar, akar rimpang dan umbi yang saling berhubungan.
Umbi gulma ini dapat tumbuh pada suhu sekitar 13 – 14°C, suatu sifat yang dapat penyebarannya baik di daerah tropis ataupun daerah sub tropis. Suhu optimum untuk pertumbuhan teki berkisar antara 30 – 35°C.
kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA

Steenis, Van C.G.G.J. 1978. Flora untuk Sekolah di Indonesia.P.T. Pradnya Paramita: Jakarta Pusat
Tjitrosoedirdjo, Soekisman. 1984. Pengelolaan Gulma di Perkebunan. P.T. Gramedia : Jakarta
Womersley, J. S. 1981. Plant Collecting and Herbarium Development. FAO: Rome
lampiran

333 Responses to “IDENTIFIKASI GULMA”

Leave a Reply